Aplikasi Hukum Pascal & Hukum Archimedes Dalam Kehidupan Sehari-hari
APLIKASI HUKUM PASCAL DALAM
KEHIDUPAN SEHARI – HARI
Bunyi Hukum
Pascal :
“Semua fluida yang berada pada ruang
tertutup jika diberikan tekanan maka, tekanan akan menyebar atau diteruskan ke
segala arah dengan sama besar.”
1. DONGKRAK HIDROLIK
Dongkrak
hidrolik adalah jenis pesawat sederhana dengan prinsip hukum pascal yang
berguna untuk memperingan kerja seperti saat akan membuka ban atau roda mobil. Dongkrak ini merupakan sistem bejana berhubungan (2 tabung)
yang berbeda luas penampangnya. Dengan menaik turunkan piston, maka tekanan
pada tabung pertama akan dipindahkan ke tabung kedua sehingga dapat mengangkat
beban yang berat.
Skema dongkrak
hidrolik terdiri atas:
- Dua bejana yang berhubungan terbuat dari bahan yang kuat misalnya besi
- Penghisap kecil dan penghisap besar
- Minyak pengisi bejana
Adapun
cara kerja dongkrak hidrolik, saat pengisap kecil diberi gaya tekan, gaya tersebut
akan diteruskan oleh fluida (minyak) yang terdapat di dalam pompa. Akibatnya
Berdasarkan Hukum Pascal, minyak dalam dongkrak akan menghasilkan gaya angkat
pada pengisap besar dan dapat mengangkat beban di atasnya.
2. REM HIDROLIK
Skema rem hidrolik :
Ketika
Anda menekan pedal rem, gaya yang Anda berikan pada pedal akan diteruskan ke
silinder utama yang berisi minyak rem. Selanjutnya, minyak rem tersebut akan
menekan bantalan rem yang dihubungkan pada sebuah piringan logam sehingga
timbul gesekan antara bantalan rem dengan piringan logam. Gaya gesek ini
akhirnya akan menghentikan putaran roda.
3. MESIN HIDROLIK PENGANGKAT MOBIL
Skema alat pengangkat mobil hidrolik :
Apabila pengisap 1 ditekan dengan gaya
F1, maka zat cair menekan ke atas dengan gaya pA1. Tekanan ini akan diteruskan ke penghisap 2 yang
besarnya pA2. Karena tekanannya sama ke segala arah, maka didapatkan persamaan
sebagai berikut. Cara kerja pada pengangkat mobil dengan menggunakan fluida
dirasa kurang efisien.Biasanya cuci mobil menerapkan sisitem hyropneumatic.
yaitu tenaga angin yang dirubah menjadi tenaga dorongan pada piston hidrolik.Secara umum, cara kerja mesin pengangkat hidrolik tersebut
sama dengan dongkrak hidrolik. Perbedaannya
terletak pada perbandingan luas penampang pengisap yang digunakan. Pada mesin
pengangkat mobil, perbandingan antara luas penampang kedua pengisap sangat
besar sehingga gaya angkat yang dihasilkan pada pipa berpenampang besar dan
dapat digunakan untuk mengangkat mobil.
4. MESIN
PENGEPRES KAPAS (KEMPA HIDROLIK)
Mesin ini digunakan untuk mengepres
kapas dari perkebunan, mencetak logam, memeras biji-bijian yang akan diambil
minyaknya, sehingga mempunyai ukuran yang cocok untuk disimpan atau
didistribusikan. Cara kerja alat ini adalah Gaya tekan dihasilkan oleh pompa
yang menekan pengisap kecil. Akibat gaya ini, pengisap besar bergerak ke atas
dan mendorong kapas. Akibatnya, kapas akan termampatkan.
5. POMPA HIDROLIK
Pompa hidrolik menggunakan kinetik energi dari cairan yang dipompakan
pada suatu kolom dan energi tersebut diberikan pukulan yang tiba-tiba menjadi
energi yang berbentuk lain (energi tekan). Pompa ini berfungsi untuk
mentransfer energi mekanik menjadi energi hidrolik. Pompa hidrolik bekerja
dengan cara menghisap oli dari tangki hidrolik dan mendorongnya kedalam sistem
hidrolik dalam bentuk aliran (flow). Aliran ini yang dimanfaatkan
dengan cara merubahnya menjadi tekanan. Tekanan dihasilkan dengan cara
menghambat aliran oli dalam sistem hidrolik.
6. KURSI DOKTER GIGI
Ketika pedal/tuas tertekan atau
diinjak oleh dokter gigi tekanan fluida dalam bejana berhubungan akan
diteruskan pada kursi pasien sehingga kursi mendapat gaya ke atas. Bayangkan
bahwa tuas injak dan kursi pasien terhubung oleh suatu bejana berhubungan, tuas
injak merupakan tabung kecil dan kursi pasien tabung besar. Ketika dokter
memberikan gaya pada tuas injak maka fluida pada tabung kecil akan mendapat
tekanan dan tekanan yang sama besar akan diteruskan pada tabung besar.Dari
hubungan di atas dapat dilihat bahwa pada tabung kecil (permukaan kecil), gaya
kecil dan untuk tabung besar (permukaan besar) gaya besar. Dengan memanfaatkan
hubungan ini dokter gigi cukup memberikan gaya yang kecil pada tuas injak dan
akan menimbulkan gaya yang cukup besar pada kursi pasien yang membuat kursi
pasien naik.
7. TENSIMETER
Cairan yang tekanannya akan diukur harus memiliki berat jenis yang
lebih rendah dibanding cairan manometrik, oleh karena itu pada alat pengukur
tekanan darah dipilih air raksa sebagai cairan manometrik karena air raksa
memiliki berat jenis yang lebih besar dibandingkan dengan berat jenis darah.
Berikut skema pengukuran tekanan menggunakan manometer. Tekanan dalam fluida
statis adalah sama pada setiap tingkat horisontal (ketinggian) yang sama
sehingga: Untuk lengan tangan kiri manometer Untuk lengan tangan kanan
manometer Karena disini kita mengukur tekanan tolok (gauge pressure), kita
dapat menghilangkan PAtmosfer sehingga Dari persamaan tersebut dapat diambil
kesimpulan bahwa tekanan pada A sama dengan tekanan cairan manometrik pada
ketinggian h2 dikurangi tekanan cairan yang diukur pada ketinggian h1. Dalam
kasus alat pengukur tekanan darah yang menggunakan air raksa, berarti tekanan
darah dapat diukur dengan menghitung berat jenis air raksa dikali gravitasi dan
ketinggian air raksa kemudian dikurangi berat jenis darah dikalikan gravitasi
dan ketinggian darah.
APLIKASI HUKUM ARCHIMEDES DALAM
KEHIDUPAN SEHARI – HARI
Hukum ini dikemukakan oleh Archimedes
tentunya, yang ketemu secara tiba-tiba saat beliau mandi. Setelah ketemu, malah
meneriakkan 'Eureka! (Saya telah menemukannya!) sambil berlari dijalanan sambil
telanjang.
Bunyi hukumnya adalah : “Bila ada benda ber-massa yang dicelupkan di dalam air, akan mendapatkan tekanan keatas yang sama dengan besar massa air yang ditumpahkan”. Rumusnya adalah :
Fa = p(rho) x g x V
Dimana : Fa = tekanan ke atas
(sat. Newton)
p = massa jenis cairan
g = gaya gravitasi bumi
V = volum yang tercelup
p = massa jenis cairan
g = gaya gravitasi bumi
V = volum yang tercelup
1. HIDROMETER
Hidrometer adalah alat untuk mengukur massa jenis zat cair. Untuk
mengetahui bahwa air accu itu sudah tidak bisa digunakan maka harus diukur
dengan hidrometer. Cara menggunakan alat ini adalah dengan mencelupkannya pada
zat cair yang akan diukur massa jenisnya. Kemudian, dilihat skala permukaan zat
cair dan nilai itulah yang merupakan nilai massa jenis dari zat cair tersebut. Hidrometer
terbuat dari tabung kaca. Agar tabung kaca terapung tegak di dalam zat cair,
bagian bawah tabung dibebani dengan butiran timbale. Diameter bagian bawah
tabung kaca dibuat lebih besar supaya volume zat cair yang dipindahkan hydrometer
lebih besar. Dengan demikian, dihasilkan gaya ke atas yang lebih besar dan
hidrometer dapat mengapung di dalam zat cair. Tangkai tabung kaca didesain
supaya perubahan kecil dalam berat benda yang dipindahkan (sama artinya dengan
perubahan kecil dalam massa jenis zat cair) menghasilkan perbahan besar pada
kedalaman tangkai yang tercelup di dalam zat cair. Ini berarti perbedaan bacaan
pada skala untuk berbagai jenis zat cair menjadi lebih jelas.
Agar
kapal laut tidak tenggelam badan kapal harus dibuat berongga. Hal ini bertujuan
agar volume air laut yang dipindahkan oleh badan kapal menjadi lebih besar.
Berdasarkan persamaan besarnya gaya apung sebanding dengan volume zat cair yang
dipindahkan, sehingga gaya apungnya menjadi sangat besar. Gaya apung inilah
yang mampu melawan berat kapal, sehingga kapal tetap dapat mengapung di
permukaan air laut.
3. KAPAL SELAM
Kapal selam di desain memiliki tanki
balast (trim), Tanki balast berfungsi menyimpan udara dan air. Ketika kapal
selam siap untuk menyelam, katup-katup besar yang dikenal sebagai
“kingstons”, yang terletak di dasar tangkibalas, dibuka
untuk membiarkannya masuk ke laut. Udara di dalam tangki
keluar melalui katup-katup pada bagian atas, yang dikenal sebagai “lubang-lubang
angin”. Kapal selam itu masuk ke dalam air. Ketika kapal selam siap
untuk muncul ke permukaan, lubang-lubang angin ditutup dan tekanan udara
didorong masuk ke dalam tangki-tangki. Hal ini meniup air kembali melalui
kingstons, dan kapal selam itu pun naik.
4. BALON UDARA
Balon
udara dapat melayang di udara dikarenakan adanya gaya apung. Balon udara harus
diisi dengan gas panas yang massa jenisnya lebih kecil dari massa jenis udara
atmosfer sehingga volume balon bertambah dan gaya apung bertambah akhirnya
dapat terbang karena mendapat gaya ke atas.
5. JEMBATAN PONTON
Jembatan
ponton adalah jembatan mengambang yang disandarkan ke semacam ponton untuk menyangga landasan jembatan dan beban dinamis di
atasnya. Jembatan ponton biasanya merupakan bangunan temporer, walaupun ada
juga yang dipergunakan untuk jangka waktu yang lama. Jembatan mengambang yang
permanen sangat berguna untuk menyeberangi perairan di mana dianggap tidak
ekonomis untuk membuat sebuah jembatan yang digantungkan pada dermaga. Jembatan
semacam ini dapat memiliki bagian yang ditinggikan atau yang dapat diangkat, untuk
jalan lewat kapal.
Jembatan ponton merupakan jembatan yang dibuat berdasarkan prinsip benda
terapung. Drum-drum tersebut harus tertutup rapat sehingga tidak ada air yang
masuk ke dalamnya. Jembatan ponton digunakan untuk keperluan darurat. Apabila
air pasang, jembatan naik. Jika air surut, maka jembatan turun. Jadi, tinggi
rendahnya jembatan ponton mengikuti pasang surutnya air.Dalam keadaan darurat, jembatan ponton dapat dibuat dengan
memasang beberapa drum kosong yang tertutup rapat secara berjajar dan
meletakkan papan di atasnya untuk orang berjalan. Drum kosong akan mengapung di
air karena memiliki rongga yang berisi udara di dalamnya. -lr




Comments
Post a Comment