This is the reason!


Reasons for Choosing You!
Sebelum saya membahas lebih lanjut mengenai english dan seluk beluknya, dengan tema “why do you choose EED”, saya akan memperkenalkan diri terlebih dahulu. Pertama nama saya adalah Kadek Lelyana Rastari, dan kerap dipanggil Dek Ely atau Lely, saya berasal dari sebuah desa yang bernama Desa Peguyangan Kaja Kecamatan Denpasar Utara. Riwayat pendidikan yang saya tempuh dari tahun 2001-2015, berawal sebuah TK yang bernama TK Swadharma yang letaknya tidak begitu jauh dari rumah saya sendiri, kemudian setelah tamat dari sana saya melanjutkan sekolah di SDN 8 Peguyangan, dan lagi-lagi berlokasi sangat dekat dengan rumah saya, bahkan bisa berjalan kaki untuk mencapainya. Setelah lulus yaitu tahun 2009, saya melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi, yaitu di SMPN 10 Denpasar, yang berlokasi di jalan Gatot Subroto, sebelah timur lapangan Lumintang, hingga saya lulus pada tahun 2012. Selanjutnya untuk menuntaskan jenjang pendidikan selama 12 tahun, saya kemudian melanjutkan sekolah ke tingkat SMA, tepatnya di SMAN 8 Denpasar, Kira-kira sekitar 1,5 km dari tempat tinggal saya. Saat mengenyam pendidikan di SMA saya memilih jurusan IPA, karena menurut hasil tes minat dan bakat, nilai rata-rata yang cukup tinggi di bidang ilmu pengetahuan alam, akhirnya saya mengambil jurusan IPA. Saya sadar tidak memilih atau tidak menguasai ilmu pengetahuan sosial, yang paling sulit adalah menghapal dan memecahkan masalah dengan nalar bukan menggunakan rumus atau penelitian ilmiah. Apalagi kalu sudah berkaitan dengan pelajaran sejarah, sangat membuat kepala pusing dan memori otak terkuras untuk menghapal satu catatan atu sebuah ringkasan yang banyaknya bisa sampai satu buku. Maka dari itu dari sanalah saya mengetahui kemampuan saya di bidang IPA. Selang berjalannya waktu, kini saya duduk di kelas 12, saat guru BK memberikan pengumuman tentang cara memilih jurusan atau program studi di suatu perguruan tinggi atau jenjang sederajat dengan itu. Ternyata saya bingung dan menghadapi sebuah dilema yang cukup sulit diatasi. 
Mengapa demikian? Nah mulai dari sinilah saya akan mengulas tentang alasan-alasan saya terkait dengan mengapa memilih jurusan pendidikan bahasa inggris? Sejak guru BK datang ke kelas saya dan memberikan pengarahan tentang pembekalan memilih jurusan yang tepat sesuai dengan minat dan bakat siswa. Satu persatu teman teman saya ditanya olehnya, secara langsung ia mewawancarai siswa untuk memastikan apakah benar siswa tersebut sudah yakin terhadap pilihannya atau belum, atau lebih-lebih tidak tahu. Saat teman saya yang sudah selesai di introgasi olehnya, saya bergegas ke bangkunya untuk mengetahui informasi apa yang sudah didapat dari guru BK. Ternyata teman saya itu sudah memutuskan untuk memilih jurusan yang sesuai keinginannya bukan paksaan dari pihak lain atau orangtua, teman saya memilih jurusan teknik elektro, terus saya bertanya kepada dia untuk mencari tahu apa alasannya memilih jurusan tersebut. Ternyata dia memilih jurusan itu karena suatu hal yang unik yaitu, dia suka mengutak-atik kabel, seperti memotong, menyambung, melepas dan membongkar isi kabel tersebut. Akhirnya saya menemukan alasan yang sejalan dengan jurusan yang akan ia ambil untuk di perguruan tinggi nantinya. Dari hobi memainkan kabel, seseorang bisa menemukan jati dirinya yang sebenarnya atau lebih tepatnya bisa menjelajahi kemampuan yang terpendam dari dalam dirinya. Sebuah alasan yang masuk akal dan tidak diragukan lagi, ia memang memiliki keahlian di bidang listrik, semoga saja nantinya ia bisa menjadi kepala bagian pengaliran listrik sejawa bali. Astungkara bisa terwujud ya. Nah itu baru satu teman yang saya ceritakan, teman saya yang lagi satu ini, ia sempat di cecar banyak pertanyaan oleh guru BK, sekilas saya hanya mendengar tentang kalimat “ia pak, saya disuruh oleh orangtua saya”. Hanya sepenggal kalimat itu yang saya dengar berulang kali dari mereka. Saya heran kenapa teman saya lebih lama menyita waktu dibandingkan dengan teman yang sebelumnya. Karena diliputi oleh rasa penasaran yang begitu besar, saya tidak sabar untuk segera bertanya kepadanya. Bel pergantian jam pelajaran telah berbunyi, waktunya pelajaran bahasa inggris, akhirnya guru BK meninggalkan kelas. Kebetulan saat jam pelajaran bahasa inggris dimulai, guru yang biasanya mengajar tepat waktu, kelihatan tidak hadir dan tidak datang ke kelas. Kemudian datanglah salah satu pegawai TU yang menitipkan tugas kepada saya, dan mengatakan bahwa guru bahsa inggris berhalangan hadir dikarenakan menghadiri sebuah agenda yang penting dengan bapak kepala sekolah. Wah senangnya hatiku, saat itu juga aku langsung mengabarkan di depan kelas kepada semua temanku. Merdeka rasanya tidak ada guru bahasa inggris yang lumayan membosankan. Saat itu juga aku langsung duduk di samping temanku tadi yang cukup lama diwawancarai oleh guru BK. Aku menepuk punggungnya dan menanyakan apa yang ditanyakan oleh guru BK tadi, setelah lama merenung, ia langsung menjelaskan padaku, kalau dia memilih jurusan bukan karena kemauannya sendiri, namun karena paksaan dari orang tua. Nah dari saat itulah aku mulai memikirkan untuk memilih jurusan saat mendaftar di perguruan tinggi nanti, agar tidak salah melangkah, aku langsung menanyakan pendapat orangtuaku bahwa, jurusan apa yang tepat buatku, orangtuaku tidak memaksaku untuk memenuhi kemauannya, namun ia memberikan aku kebebasan untuk memilih jurusan yang aku inginkan, dan jurusan yang sesuai dengan minat dan bakatku, karena yang akan menjalani masa perkuliahan nanti adalah aku sendiri, bukan orang tuaku. Saat ia memberikan aku kebebasan untuk memilih sesuai dengan kemauanku, aku sempat bingung mau memilih apa, karena semua teman-temanku sudah mempunyai pilihan masing-masing. Aku tidak mau ikut-ikutan teman, karena kelak itu akan merugikan diriku sendiri. Pada saat itu aku mulai mencari informasi tentang jurusan yang tepat di ruang BK, saat masuk kesana aku melihat selebaran brosur yang berisikan tulisan “ingin kuliah cepat dan langsung bisa kerja” ayo gabung disni, salah satu perguruan tinggi swasta yang berada dibawah naungan perusahaan asing. Konsentrasinya mengutamakan kemampuan berbicara langsung dalam bahasa inggris. Nah dari situlah aku mulai tersugesti untuk mencoba memilih jurusan bahasa inggris, karena bahasa inggris merupakan bahasa internasional, yang dipakai diseluruh dunia untuk berkomunikasi. Selain itu jika sudah bisa berbahasa inggris secara lancar, itu akan mempermudah seseorang untuk mendapatkan suatu pekerjaan, atau membuat usah sendiri. 
Pada saat pembukaan snmptn, aku langsung memilih pilihan pertamaku yaitu, jurusan pendidikan bahasa inggris di universitas pendidikan ganesha. Dan pada saat hari pengumuman kelulusan, akhirnya saya dinyatakan diterima di jurusan pendidikan bahasa inggris universitas pendidikan ganesha. Wow sungguh sangat luar biasa, dan tak disangka bahwa saya berhasil lolos seleksi, saat itu  saya langsung mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kehadapan tuhan yang maha esa atas semua anugerahnya. Bahasa inggris sangat menjanjikan dimasa yang akan datang, maka dari itu teruslah belajar dan belajar, hingga mencapai suatu titik yang namanya kesuksesan. Saat itulah orangtua akan merasa bangga, sebab ia telah berhasil mendidik anaknya menjadi orang yang berguna bagi keluarga, nusa dan bangsa. Setelah saya melakukan daftar ulang di auditorium undiksha saya mendapatkan banyak teman baru dari seluruh sekolah di bali. Sejak pertama kali melihat dosen, saya langsung diwawancarai mengenai pengetahuan umum tentang bahasa inggris, untungnya saya masih bisa mengucapkan satu sampai tiga kalimat yang diucapkan dengan intonasi dan artikulasi yang dapat dipahami oleh dosen. Saat mengetahui kondisi tersebut, saya langsung mendalami pelajaran bahasa inggris walaupun sedikit demi sedikit. Karena belajar bahasa inggris harus dipraktekkan secara langsung buakn hanya melalui teori semata. Itulah beberapa alasan saya mengapa saya tertarik untuk memilih jurusan pendidikan bahasa inggris. Saya ceritakan dari awal sampai sekarang, perjalanan dari sd hingga bersekolah di perguruan tinggi undiksha. -lr

Comments

Popular Posts